April 14, 2010 keykhesweet

AUTIS

Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak dengan perempuan dengan perbandingan 4 berbanding 1. Sebagian besar anak autis juga mengalami retardasi (keterbelakangan) mental. Angka kejadiannya berada pada rentang 3% -7% dari populasi. Berikut ini adalah gejala-gejala yang Nampak pada anak autis:

1. Gangguan dalam komunikasi verbal dan non-verbal, misalnya:

  • Ada keterlambatan bicara, atau samasekali tidak berbicara.
  • Kalaupun bersuara, kata-kata yang diucapkan tidak dapat dimengerti atau tidak sesuai kontek pembicaraan.
  • Beberapa anak autis menunjukkan “echolalia” (mengulang), dimana anak mengulang/meniru nyanyian nada, maupun kata-kata tanpa memahami maknanya.
  • Ketika berbicara, biasanya mimik mukanya datar, tanpa ekspresi dan cara berbicaranya monoton

2. Gangguan dalam interaksi social, misalnya:

  • Anak menghindar dari menatap lawan bicara
  • Tidak menoleh apabila dipanggil (sering diduga anak mengalami masalah dalam pendengaran), sehingga perlu dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah anak memang mengalami gangguan pendengaran dan bukan autis.
  • Pada beberapa anak, menunjukan perilaku menolak apabila dipeluk.
  • Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang lain.
  • Bila anak menginginkan sesuatu seringkali menarik tangan orang lain (tidak mengekpreikannya dengan cara menunjuk benda yang diinginkan)
  • anak menjauh apabila diajak bermain dan tidak mau berbagi kesenangan dengan orang lain.

3. Gangguan dalam perilaku, misalnya:

  • Anak memiliki cara bermain yang berbeda dengan anak pada umumnya (contoh: anak pada umumnya memainkan mobil-mobilan dengan cara mendorong sambil berkata “ngeeeng”, namun pada anak autis mobi-mobilan dimainkan dengan cara dibalik dan diputar-putarkan rodanya, atau hanya menderetkan beberapa mobil-mobilan dan melihatnya dengan cara memicingkan matan.
  • Anak memiliki kekakuan terhadap rutinitas (kebiasaan) yang sudah berulang-ulang dilakukan setia hari. (contoh: anak hanya mau mengikuti rute jalan yang sama ketika berpergian, anak menjadi sangat terganggu bahkan “tantrum” (marah) ketika arah rute jalan berubah.

4. Gangguan dalam perasaan/emosi, misalnya:

  • Anak kurang bahkan tidak memiliki rasa empati (misal: ketika anak lain menangis karena terluka, ia tidak merasa kasihan atau bahkan merasa terganggu dengan anak yang menangis tersebut dan mungkin saja malah memukulnya)
  • Anak autis bisa tiba-tiba tertawa, menangis, atau marah-marah tanpa sebab yang nyata.
  • Pada beberapa anak, anak autis sering menunjukkan perilaku mengamuk tak terkendali apabila ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya bahkan ada yang menjadi agresif dan destruktif (merusak).

5. Gangguan dalam persepsi sensori, misalnya:

  • Beberapa anak autis suka mencium, menggigit atau menjilati benda apa saja atau beberapa benda yang ia sukai.
  • Pada beberapa anak ada yang menutup telinga apabila mendengar suara yang keras, bergemuruh atau bahkan tangisan.
  • Beberapa anak autis yang sangat tidak menyukai rabaan atau pelukan, jadi apabila digendong anak merasa tidak nyaman dan ingin melepaskan diri.
  • Beberapa anak autis merasa tidak nyaman apabila memakai pakian yang berkerah, berbahan tertentu atau pakaian yang ada label di kerahnya.

Klasifikasi Autis

1. Berdasarkan kemampuan interaksi sosialnya, dibagi menjadi:

  • Aloof

Anak biasanya menunjukkan cirri-ciri autis yang sangat khas, anak terlihat memojok di tempat yang nyaman dan sangat nampak asyik dengan dunianya sendiri.

  • Pasif

Anak mau bergabung bersama orang lain atau teman sebayanya, namun tidak interaktif (tidak berkomunikasi dengan temannya).

  • Aktif perilaku aneh

Anak sangat tidak bisa diam, berlari-lari kesana-kemari, atau tiba-tiba melempar benda. Pada autis dengan perilaku seperti ini sering tertukar dengan anak hiperaktif (ADHD).

2. Berdasarkan tinggat intelegensianya, dibagi menjadi:

  • Low Functioning

Pada anak autis dengan Low Functioning, biasanya disertai dengan kemampuan bicara yang sangat minim, bahkan tidak berbicara sampai usia dewasa dan hambatan dalam memahami “konsep”. Anak autis dengan Low Funcitoning mencapai 70% dari populasi anak autis.

Anak autis yang Low Function, biasanya berkomunikasi dengan cara non-verbal. Anak mungkin hanya menggunakan bahasa tubuh yang sangat minim (misal menarik tangan untuk meminta tolong diambilkan benda yang disuka), atau anak mengkomunikasikan ketidak sukannya dengan cara tantrum. Biasanya untuk mengakomodasi hambatannya ini didunakan PECS (Picture Exchange Communication System) atau sistem komunikasi melalui pertukaran gambar. Ini ditujukan untuk anak autis yang Non-Verbal bisa tetap melakukan komunikasi, sehingga ia tidak mengkomunikasikan keinginannya dengan cara yang tidak adaptif.

  • Middle Functioning

Anak autis dengan medium functioning mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk memahami “konsep”. Sehingga waktu yang diperlukan untuk menguasai suatu pengtehuan (misal: tentang nama-nama benda, anggota tubuh, dll.) membutuhkan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan anak autis yang low functioning.

Pada banyak anak autis dengan medium functioning menunjukkan kemampuan  berbicara, namun biasanya masih sangat terbatas dan lebih bersifat searah (misal: hanya menjawab ketika ditanya, namun tidak bisa membuat pertanyaan apabila ada hal yang tidak ia ketahui).

  • High Functioning

Anak dengan high functioning, mempunyai kemampuan dalam memahami konsep dengan cukup baik (untuk konsep yang tidak abstrak). Jika anak autis yang high functioning mendapatkan penangan yang tepat sejak dini, mendapat dorongan yang baik dalam keluarga, anak ini dapat hidup mandiri bahkan sampai berkeluarga.

http://indigrow.wordpress.com/2009/12/24/pervasive-developmental-disorder-pdd/

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

April 2010
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: