April 14, 2010 keykhesweet

GANGGUAN DISINTEGRATIF PADA KANAK-KANAK (Childhood Disintegrative Disorder /CDD)

Pertumbuhan yang normal pada usia 1 sampai 2 tahun kemudian kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik.

Anak berkembang normal dalam usia 2 tahun pertama(seperti : kemampuan kominukasi, sosial, bermain dan perilaku), namun secara bermakna kemampuan itu terganggu sebelum usis 10 tahun, yang tergangggu diantaranya adalah kemampuan :

  • Bahasa
  • Kemampuan sosial
  • Kemampuan buang air besar dan buang air kecil di toilet
  • Bermain
  • Kemampuan motorik

Gejala tambahan, menunjukkan fungus abnormal sedikitnya dua hal dari :

  • Interaksi sosial
  • KomunikasiCommunication
  • Pola perilaku terbatas : perhatian dan aktifitas

CDD (Childhood Disintegrative Disorder)

Anak yang mengalami gangguan CDC terlihat mengalami perkembangan normal sampai umur dua atau tiga tahun. Setelah usia tersebut (periode normal) anak kemudian mengalami kemunduran dalam perkembangan dan secara signifikan kehilangan minimal dua dari lima hal yang tertera di bawah ini:

  • Bahasa ekspresif dan reseptifnya
  • Kemampuan melakukan interaksi sosial atau tingkah laku adaptif
  • Kontrol terhadap buang air kecil dan buang asir besar
  • Minat untuk bermai
  • Kemampuan motorik

Selain itu, anak dengan CDC juga mengalami gangguan dalam interaksi sosial (misalnya menyendiri, tidak mau berinteraksi dengan orang lain termasuk anggota keluarga), gangguan dalam komunikasi (anak mulai behenti bicara atau kembali hanya mengungkapkan satu kata), dan melakukan aktivitas yang sama berulang-ulang, serta usah untuk berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas selanjutnya. Anak menunjukkan masalah dalam profil sensori, seperti mencium-cium atau menjilat-jilat benda yang dipegang.

CDD bisanya terjadi anara umur 3-4 tahun pada seorang, namun dapat juga terjadi pada anak usia selanjutnya, sampai usia 10 tahun. CDD merupakan kelompok PDD yang sangat jarang terjadi dan memiliki kondisi yang “berat” karena hanya 20% anak yang didiagnosa CDD dan telah menjalani terapi yang dibutuhkan mampu berbicara dalam satu kalimat lengkap. Orang dewasa yang didiagnosis SDD kebanyakan mereka hidupnya menjadi sangat tergantung kepada orang lain, selalu membutuhkan pendampingan dari orang lain untuk melakukan aktivitas-aktivitas kemandirian.

http://indigrow.wordpress.com/2009/12/24/pervasive-developmental-disorder-pdd/

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

April 2010
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: