April 14, 2010 keykhesweet

SINDROM ASPERGER’S

Asperger’s Syndrome gejala khas yang timbul adalah gangguan intteraksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku, ketertarikan dan aktifitasis. Mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, sedikitnya dua gejala dari :

  • Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi non verbal (mata, pandangan, ekspresi wajah, sikap bada, gerak isyarat)
  • Tidak bisa bermain dengan anak sebaya
  • Gangguan dalam menikmati minat atau keberhasilan
  • kurangnya hubungan sosial dan emosional
  • http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=9640
  • Asperger Syndrome
  • Asperger syndrome merupakan kelompok gangguan perkembangan perpasif (memiliki gangguan komunikasi, interaksi dan perilaku) yang gangguan perililakunya ini nampak sangat jelas terutama di usia sebelum 3 tahun. Anak dengan Asperger tiba-tiba bisa berbicara di usia 3 tahun, dan kemampuan bicaranya langsung berkembang sangat cepat. Hal ini yang sangat jelas membedakannya dengan anak autis yang memiliki perkembangan bahasa yang cenderung lama.
  • Anak dengan Asperger syndrome memiliki kecerdasan yang normal, sehingga secara akademik anak tidak mempunyai hambatan yang berarti untuk mengikuti pelajaran di sekolah umum. Biasanya anak ini pun memiliki minat yang sangat kuat pada bidang tertentu dan meikiki kemampuan melebihi anak “normal”  seusianya. Misalnya anak sudah sangat mahir mengoperasikan komputer di usianya yang baru berusia 4 tahun.
  • Pada umumnya anak yang sudah besar cukup suka berteman, namun dalam hubungan interaksi dan komunikasinya biasanya cenderung “aneh” karena anak dengan asperger biasanya menggunakan bahasa yang cenderung formal. Mereka pun mengalami kesulitan untuk memahami dan menggunakan kata-kata yang bersifat “humor atau ironi” sehingga cendung terlihat tidak humoris, dan terlihat kaku. Dengan kondisi ini anak biasanya mendapatkan kendala  dalam bersosialisasi dan pada akhirnya merasa tertekan di sekolahnya. Masalah ini biasanya ditemukan saat anak mulai memasuki usia remaja (SMP/SMA).
  • Intervensi dan layanan yang diberikan untuk membantu mereka dapat  berupa program terapi yang dilaksanaka dengan tujuan memperbaiki kemampuan yang belum dikuasai, terutama dalam aspek-aspek yang tertinggal. Misalnya dalam aspek sosial, anak banyak dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti belajar dalam kelompok kecil, mengikuti aktivitas olah raga dalam satu team sehingga anak belajar berkerja sama dan berbagi pengalaman dengan anak lain.

http://indigrow.wordpress.com/2009/12/24/pervasive-developmental-disorder-pdd/

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

April 2010
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: