waspadai bahaya gangguan komunikasi

June 2, 2010 keykhesweet

Orangtua perlu mengetahui tentang kelainan-kelainan pada anak. Cegah progresifitas gangguan yang terjadi, baik gangguan komunikasi, learning disabilities maupun autisme.

Gangguan komunikasi dewasa ini mengalami peningkatan kasus. Yang terkena bukan hanya para lansia yang terkena stroke, anak-anak juga banyak yang terkena masalah gangguan komunikasi, seiring meningkatnya kasus autisme. Selain itu cerebral palsy diduga juga turut menyumbang languange disorder . Ironisnya, peningkatannya seiring dengan peningkatan layanan kesehatan. Dahulu angka kematian bayi tinggi karena minimnya pelayanan ibu hamil dan melahirkan, kini sebaliknya , angka kematian bayi menurun namun ‘disorder’ yang memungkinkan cerebral palsy yang berdampak terhadap gangguan komunikasi malah meningkat. “Bisa jadi, gangguan komunikasilah yang akan menghambat perkembangan peradaban manusia di masa mendatang,” kata dr. Bayu Santoso, Sp.RM, Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Dr Soetomo, Surabaya pada sela-sela seminar yang bertajuk “Disfungsi Hemisfer Kanan”.

Gangguan komunikasi tidak mudah dideteksi, dan tidak mudah pula untuk diterapi. Sehingga dalam pengobatannya melibatkan para profesi dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan gangguan komunikasi, di antaranya adalah dokter umum, neurologist, ahli bedah saraf, fisioterapis, dokter anak, ahli rehabilitasi medik, speech terapist, dan guru sekolah khusus.

Jika gangguan komunikasi terjadi, organ yang dituduh mengalami gangguan sudah pasti adalah otak. Organ ini memang rentan sekali dengan gangguan fungsi, meski minimal, dalam tingkatan mikro lesi, kerusakannya tidak bisa dikompromikan. Telah diketahui bersama, otak terdiri dari hemisfer kiri dan kanan. Sebagaimana hemisfer kiri, hemisfer kanan dan bagian otak yang lain, seluruhnya rawan dengan trauma. Adanya kerusakan kecil di otak sudah bisa menyebabkan sequele yang tidak terelakkan dan meski diterapi paling tidak akan ada gejala sisa yang menetap .

Gangguan Komunikasi Karena Disfungsi Hemisfer Kanan

Bahasa dan modalitas komunikasi yang lain termasuk dalam aspek kognitif. Kemampuan kognitif tersebut meliputi daya ingat, perhatian, fungsi eksekutif, visuospasial, berhitung, abstraksi, reasoning dan pengambilan keputusan. Perilaku kognitif seseorang dipengaruhi oleh kondisi otak (diencephalon) baik hemisfer kanan maupun hemisfer kiri. Gangguan pada hemisfer kanan seringkali tidak ketahuan, yang dapat bermanifestasi dalam bentuk gangguan bidang bahasa, prosodi, membaca, dan menulis.

Gangguan bisa bermula dari gangguan leksiko-semantik. Modalitas dalam menilai ada dua prinsip, yaitu persepsi (pemahaman) dan produksi (penamaan). Gangguan persepsi tidak sejelas gangguan pada afasia, karena kerusakan hemisfer dominan. Gangguan ini bisa dalam bentuk kesulitan dalam mengerti arti kiasan sebuah kata, menilai perbedaan kecil antara kata-kata yang berdekatan dan menilai isi emosional sebuah kata. Sedangkan gangguan bicara (produksi) adalah kesulitan dalam menamai nama kategori, elemen langka dalam sebuah kategori, ciri khas visual dan kesulitan dalam memilih kata untuk mengungkap perasaan.

Reni Dharmaperwira, speech terapist dari Belanda mengatakan, salah satu fungsi bahasa pada hemisfer kanan yang penting adalah makrostruktur (tingkat cerita). Gangguan pada bagian ini, umumnya akan kesulitan untuk mengerti tema pokok sebuah cerita, hubungan implisit dalam sebuah cerita dan membuat kesimpulan yang betul. Pasien kadang tidak bisa menginterpretasikan humor, dan tidak bisa mengidentifikasi perasaan orang lain. Selain itu, gangguan pragmatik juga bisa terjadi,misalnya pasien tidak bisa mengerti konotasi dari sebuah kata.

Gangguan lain pada Disfungsi Hemisfer Kanan

Pernah dijumpai di Surabaya, seorang kakek ditemukan di area Jembatan Merah Plasa Surabaya, setelah beberapa hari dicari-cari oleh keluarganya. Kejadian lain adalah seorang kakek merasa bahwa rumah sakit yang dikunjunginya untuk melakukan terapi berada di dekat rumahnya, padahal pada kenyataannya, cukup jauh. Hal ini terjadi karena pada pasien terjadi disorientasi ruang visual.

Reni menambahkan, gangguan lain yang terjadi adalah kesulitan memahami emosi dan perasaan yang tergambar di wajah orang lain. Pasien juga cenderung memiliki emosi dan perasaan yang ‘datar-datar’ saja. Pada umumnya pasien akan susah untuk memperhatikan dan berkonsentrasi terhadap sebuah obyek. Pendengaran juga mengalami defek sehingga pasien tidak mampu mengenali suara, nyanyian dan musik. Seperti halnya orang yang mengalami psikosis, yang agak susah untuk diterapi adalah karena pasien tidak menyadari gangguan yang dialaminya.

Non Verbal Learning Disabilities (NLD)

Rourke mendefinisikan NLD sebagai gangguan perkembangan yang memperlihatkan ketinggalan kemampuan matematika dibanding kemampuan membaca dan mengeja. Sedangkan Reni mengartikannya sebagai ketinggalan perkembangan fungsi-fungsi hemisfer kanan. Penyebab NLD ditengarai karena defisiensi di substansia alba hemisfer otak bagian kanan. Di Amerika Serikat insiden yang terjadi sebesar 4% pada anak-anak di sekolah biasa, dan meningkat (10%) pada anak di sekolah luar biasa. Gangguan NLD pada umumnya merupakan kelainan kongenital, sehingga sudah bisa diamati pada masa anak.

Defek pada ketrampilan motorik bisa diamati sejak bayi. Yaitu keterlambatan untuk mulai duduk dan mulai jalan. Bayi juga akan terlihat lambat dan canggung. Dalam mengeksplorasi lingkungan motorik, normalnya bayi akan merabai benda-benda di sekitarnya. Namun bayi dengan NLD akan cenderung melihat saja dan kemudian menunjuknya. Menginjak masa balita, masalah dapat terlihat jika balita tersebut mengalami kesulitan dalam berpakaian dan makan/minum sendiri. Kecenderungan yang terlihat adalah sifat hiperaktif, acting out dan destruktif. Di sekolah dasar, pasien NLD biasanya mengalami masalah dalam belajar kerajinan tangan, menulis, gerak dan keseimbangan badan. Saat dewasa gangguan lebih tidak kentara lagi karena yang tampak adalah hambatan jika pasien merencanakan dan melaksanakan pekerjaan kompleks dan memperhatikan seluruhnya sekaligus

sumber : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=23

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

June 2010
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: