June 5, 2010 keykhesweet

Trauma Healing untuk Korban Gempa di Sumbar

PKPU Online PADANG − Salah satu permasalahan yang banyak dijumpai di area pacsa bencana gempa adalah kondisi stress psikologis. Respon psikologis satu orang dengan orang yang lain berbeda−beda, begitu pula pada balita, anak−anak, remaja, dewasa, atau lansia.

Gejala dan tanda respon psikologis akibat stressor traumatik bisa tampak pada fisik, kognitif, emosi, dan perilaku. Yang membuat individu menjadi labil dan akan mempengaruhi aktivitasnya sehari−hari.

Terdapat resiko psikologis akibat gempa bumi yang dialami oleh individu misalnya mengalami kehilangan sumber daya yang bernilai, seperti kehilangan orang yang dicintai, harta benda yang dimiliki, hubungan sosial dan komunitas atau ketika kehilangan pegangan hidupnya akan menyebabkan stress dan trauma.

Pada beberapa kejadian bencana di Indonesia kegiatan trauma healing sudah jamak dilakukan. Namun demikian barangkali perlu diingatkan kembali bahwa anak−anak perlu mendapatkan perhatian serius. Anak−anak kadang masih menyimpan ketakutan akibat gempa bumi yang terjadi.

Kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai gangguan kecemasan pascatrauma (PTSD) yang merujuk pada gangguan psikologis dan luka emosional yang dialami oleh individu yang mengalami suatu peristiwa tragis dan luar biasa. Gangguan kecemasan pascatrauma bagi anak yang mengalami bencana gempa bumi dapat dikategorikan sebagai suatu gangguan kecemasan dengan indikator dan ciri−ciri diagnostik tertentu yang berbeda dengan kecemasan biasa.

Gangguan kecemasan pascatrauma pada anak−anak jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan gangguan: Aspek Fisik antara lain: suhu badan meninggi (tension), menggigil (trembling), badan terasa lesu (fatigue), mual−mual (tingling), pening (nausea), ketidakmampuan menyelesaikan masalah (digestive track problem), sesak napas (rapid breathing), panik (event panic attack).

Aspek Emosi, antara lain hilangnya gairah hidup (moodiness), ketakutan (fear), dikendalikan emosi (exaggerated emotions), dan merasa rendah diri (loss of confidence). Aspek Mental antara lain : kebingungan (confussion), tidak dapat berkonsentrasi (inability to concentrate), tidak mampu mengingat dengan baik (remember), tidak dapat menyelesaikan masalah (lack decision making).

Aspek Perilaku antara lain sulit tidur, kehilangan selera makan, makan berlebihan, banyak merokok, minum alkohol, menghindar, sering menangis, tidak mampu berbicara, tidak bergerak, gelisah, terlalu banyak gerak, mudah marah, ingin bunuh diri, menggerakkan anggota tubuh secara berulang−ulang, rasa malu berlebihan, mengurung diri, menyalahkan orang lain. Aspek Spiritual antara lain: putus asa (discouragement), hilang harapan (hopeless), menyalahkan Tuhan, berhenti ibadah, tidak berdaya (despair), meragukan keyakinan, dan tidak tulus.

Terkait dengan trauma untuk anak−anak, diperlukan aktivitas trauma healing bagi anak−anak di daerah bencana agar anak−anak dapat segera melupakan pengalaman traumatik sehingga tidak menyebabkan gangguan psikologis di masa mendatang. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan yaitu melakukan kegiatan bermain bersama. Dengan melakukan aktivitas bermain anak berkurang kecemasan dan traumanya.

PKPU bekerja sama dengan PSIK Undip melakukan trauma healing bagi korban bencana gempa bumi di Sumatera Barat, Selasa (10/11/2009). Sebanyak 10 mahasiswa yang telah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya melakukan kegiatan trauma healing yang difasilitasi PKPU.

Kesepuluh mahasiswa itu didampingi satu dosen pendamping, Padma Sari, S.Kep serta Kepala Cabang PKPU Jawa Tengah Nana Sudiana dan Ketua Bidang Pendayagunaan PKPU Jawa Tengah, Haryono.

Mulai Senin (9/11/2009) hingga Senin (23/11/2009) mereka akan bekerja dengan penempatan di tiga titik sasaran, masing−masing di Padang (Cengkeh dan sekitarnya), Padang Pariaman (Lubuk alung dan sekitarnya) dan Kota Pariaman (Pasir dan sekitarnya).

Tim trauma healing dari PSIK Universitas Dipenogoro bukan sekedar datang dan memberikan terapi bagi anak−anak dan orang dewasa lainnya. Tim ini dalam melakukan pendekatan dengan anak−anak juga dibekali dengan berbagai macam sarana bermain, menggambar atau bahkan juga dilengkapi buku dan boneka tangan untuk menambah serunya suasana bercerita yang akan dibangun ditengah−tengah anak−anak.

Mungkin bentuk layanan permainan ini sangat sederhana, namun memberikan manfaat yang luar biasa karena anak akan bergembira kembali, ceria kembali sehingga mampu melupakan pengalaman traumatiknya.

Kegiatan ini pun dapat terus dilakukan pasca tanggap darurat atau pada saat masa recovery dan rekonstruksi, karena pada masa itu para orang tua akan sibuk melakukan rekonstruksi bangunan sehingga anak−anak perlu mendapat perhatian melalui layanan PAUD. Untuk itu, tim trauma healing PKPU bersama PSIK Undip terus bergerak melakukan kegiatan layanan trauma healing bagi anak−anak. (Nana Sudiana/PKPU Semarang).

sumber : http://www.pkpu.or.id/berita.php?id=2&no=177

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

June 2010
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: